Anda pengakses site ini ke:

Selasa, 25 Desember 2007

Use Computer With The Right Procedure

The right procedure to use computer. That is as follows:

  1. Use a stabilizer to decrease the bad consequence from electric voltage which turn up and down.
  2. The cable position must be set with true so it will enjoy to be seen by our eyes.
  3. To turn on the computer, press ON button.
  4. If you use Windows operating system, add the username and password. At last, press Enter or klik OK. Password like a key. If you lost your house key, you couldn’t go in to your house.Thus with the password. If you forgot your computer password, you couldn’t use your computer.

If key can be made the duplicate, but the password can’t. Nevertheles, the troublesome people use your computer and try to observe your password with easy. Otherwise, if you want to choose the best password, you must notice somethings, consist:

a) Use big font combination, small font, character, and numeric.

b) Don’t use password with symbol from date of birth, place of birth, name of best friend, name of your sister or brother because these names were easy to be observedby the people who will break open your computer password.

c) Should be, the password must different for every document or the other requirement.

d) Change your password with periodical and don’t save your password copied in arbitrarily place.

5. After in the desktop, you ready to use the softwere application program, the example: Microsoft Word, Microsoft Excel or games.

Baca Selengkapnya... ...

Tentang Alienisasi

Tentang Alienisasi, kesepian, pemberontakan, bunuh diri, kekerasan. Lagu ini terinspirasi oleh cerita tragis Jeremy Wade Delle. Pada 8 January 1991, Jeremy Wade Delle, siswa Richardson High School Negara Bagian Dallas, terlambat mengikuti Periode Kedua kelas Inggris. Masalah Jeremy tersebut dikirim kebagian kantor Administrasi sehingga Jeremy tidak boleh mengikuti sekolah. Namun Jeremy kembali dengan Magnum 357. Ia hanya berbicara Sebuah Kalimat pendek dengan suara pelan “Miss, I Got what I really went for”-dan kemudian, Teman-teman sekelasnya menyaksikan adegan mengerikan, saat Jeremy meletakkan Pistol tersebut kedalam mulutnya dan menarik pelatuknya.

Membicarakan tentang Jeremy, Vedder menjelaskan “Aku Melihat Paragraf kecil didalam sebuah Koran tentang nama seorang anak, nama pertamanya Jeremy. Dia menembak dirinya sendiri didepan Kelas Pelajaran Inggris, lalu Aku Menulis, Aku bermaksud untuk menulis lagu malam itu, aku pikir Aku Menduga-duga apa yang terjadi? Aku menduga-duga mengapa dia melakukannya..” Vedder menjelaskan ada sumber lain yang menjadi inspirasi baginya untuk menulis lagu Jeremy. “Aku mengetahui sesorang di Smu, di San Diego, California, Dia Melakukan hal yang sama, hanya saja, tidak mengakhiri hidupnya tapi menembaki ruang Oceanography...Jadi Lagu ini sedikit bercerita tentang seorang anak yang bernama Jeremy dan juga sedikit bercerita tentang seorang anak Bernama Brian. Tentang hal-hal yang Kuketahui dan tak Kuketahui...Aku selalu berpikir tentang Jeremy saat aku menyanyikan lagu itu..”

Pada Tahun 1993 di Rockline Interview Vedder menjelaskan lagu & Video Jeremy menunjukkan Kekerasan yang terjadi pada generasi Muda. “Beberapa Anak Melakukannya. Aku tidak merekayasanya dalam lagu itu, karena semua adalah Fakta. Semua datang dari sebuah paragraf kecil di Koran yang berarti Kau membunuh Dirimu sendiri dan Kau membuat Pengorbanan yang amat besar dan mencoba mendapatkan balas dendammu. Padahal semua hanya akan berakhir di sebuah paragraf kecil disebuah koran..dunia akan terus berjalan sementara hidupmu berakhir. Balas Dendam terbaik bukanlah dengan cara mengakhiri hidup, tapi dengan cara melanjutkan hidup dan membuktikan dirimu sendiri. Menjadi lebih Kuat dari orang lain. Dan kemudian Kau akan kembali jadi seorang yang lebih baik....”

Taken from: totalfeedback.com

Baca Selengkapnya... ...

Minggu, 23 Desember 2007

Pearl Jam is Alive


It's time for grunge!!! It's time for Pearl Jam!!! Yap Mutiara dari seattle!!! Awal 90-an adalah zaman kejayaan musik grunge alias alternatif, disini orang bilang begitu ganti. Setelah lelah dengan Heavy Metal, Trahs Metal, Dead Metal, Speed Metal, Kill Metal (baru dengaer yah? ini mah emang karangan gua!) arah konsumen bergeser ke aliran rock yg relatif baru & segar. Aliran musik rock yg relatif lebih tenang dibandingkan dengan Metal family but masih sangat jelas aroma rock-nya. Rough-Simplicity!

Aliran yg tumbuh secara mandiri, 'indie' meraka bilang (dari independen), tidak ada campur tangan major label pada awalnya. Tumbuh dan berkembang di Seattle (kantor Bill Gates juga di kota ini loh). Tak pelak lagi grunge berkembang karena musiknya yg jantan penuh dengan raungan distorsi gitar, rhythm yg menghanyutkan dan suara2 vokalisnya yg kesannya bener2 gagah perkasa. Pearl Jam, Nirvana (alm Kurt Cobain) dan Soundgarden (Chriss Cornel) adalah raksasa2 alirang grunge.

PJ tidak akan pernah lepas dari guardnya sang vokalis Eddie Vedder. Suaranya benar2 jantan. Dia bawa trend baru warna suara. Serak2 kotor (kayak orang lagi sakit tenggorokan tapi nyanyi), suaranya asli produk pita suara di tenggorokan, bukan bantuan nafas perut, teknik yg jarang bagi penyanyi pro. Ada yg bilang ini bakal merusak kesehatannya. Warna suara yg macam ini ternyata laku dipasaran dan langsung vokalis2 yg memiliki warna vokal kayak kang Eddie bermunculan di pasar (Rhoma Irama juga banyak epigonnya, yg al adalah Asep Irama, Iramaya Sopha, Iramaya Swara, Toserba Iramayana dll).

Terbentuk 87 tapi baru meledak dari 90-95an (pernah jadi cover majah Time loh pas top2nya) kemudian meredup 97-2002 karena bertikai dengan perusahaan rekaman dan promotor2 konser di amrik sono. Eddie dkk merasa para fansnya telah diperas oleh para promotor dengan harga tiket yg mahal. Eddie dkk ingin promotor tidak terlalu rakus, ingin tiket dimurahin kalau bisa sih gratis. Coba mas Eddie indonesiaer, tiap minggu deh bakalan konser gratis tinggal undang sponsor rokok ajah terus disiarin di teve, gantian sama yg joget2 dangdut tiap malam minggu...


Album pertamanya Ten album terbaik mereka. Gelap. Musiknya gelap-suram. Jeremy, Black, Porch, Ocean, Garden, Deep, Release, Even Flow, Once, Alive. Semua lagu itu gelaps dan enaks2. Jarang banget group, yg satu albumnya enak2 semua. Meskipun kuping gua bukan kuping emas tapi kalau cuman suruh bedain PJ sama Soneta sih sambil merem juga bisa (ya iya lah satu londo satu indon!!!) Yg pertama bikin jatuh cinta sama PJ adalah Black. Ini lagu gimana yah bilangnya? Serem nggak serem. Sepi nggak sepi. Black nggak black. Pokoknya YOU HAVE TO LISTEN TO THIS!!!

Ten langsung membawa mereka ke tingkat superstar meninggalkan teman2nya. Kurt Cobain dari Nirvana pernah sirik dan menuduh kang Eddi terlalu komersial, tapi belakangan mereka konon jadi teman akrab (meskipun tidak seakrab batman dan robin). Eddie! Edidie! Eddie! Dah ah apalagi yah??? Oh mereka sekarang masih ada dan produktif tapi yah gitu deh karena berantem sama raksasa2 kapitalis jadi agak snut2 sekarang. Angkat topi deh buat mas Eddie dkk atas sumbangannya.

Nih gua kasih satu lirik dari album Ten. Singkat tapi padat

Release

I see the world, feel the chill.
Which way to go? Windowsill.
I see the words on a rocking horse of time.
I see the verse in the rain.

Oh, dear dad, can you see me now?
I am myself like you somehow.
I'll ride the wave where it takes me.
I'll hold the pain...release me.

Oh, dear dad can you see me now?
I am myself like you somehow.
I'll wait up in the dark for you to speak to me.
I've opened up...release me.

Taken from:
KapanLagi.com

Baca Selengkapnya... ...

Sabtu, 08 Desember 2007

Cobain Rock Star Nomer Satu

Sosok mendiang Kurt Cobain sepertinya memang sulit untuk dilupakan, buktinya dalam sebuah voting yang dilakukan untuk mencari rock star terbaik sepanjang masa, Kurt Cobain sukses mendapatkan suara terbanyak. Frontman Nirvana ini mengalahkan kedudukan Pete Doherty dan Morrisey dalam survei tersebut. Sekitar 2.000 pencinta musik mengikuti voting ini. Musisi yang masuk lima besar lainnya adalah Liam Gallagher dan Carl Barat .

Adapun Top 10 dari hasil voting ini adalah sebagai berikut:
01. Kurt Cobain
02. Pete Doherty
03. Morrissey
04. Liam Gallaagher
05. Carl Barat
06. Thom Yorke
07. Noel Gallagher
08. David Bowie
09. Ian Brown
10. Ian Curtis

Taken from: http://www.amild.com

Baca Selengkapnya... ...

My Self-Made and Play Your Own Beat

Fender Stratocaster yang telah tiga tahun lalu diberikan oleh kakak yang tercinta kini telah jadi saksi pahit manisnya perjalanan ini. Bersama Critical Urban (2004-2006) dan terakhir bersama Navicore (2006-?). Bersama 2 teman yang tak pernah menyangka kalau bakal jadi seperti ini [Preman Bratang (Mouth & Guitar) dan Seorang yang bahkan tidak tega melihat dirinya sendiri di cermin (Drum)]. Mainkan musik yang "totally undergrounded"...cadas.
Dan semuanya telah kita lewati bersama, dan aku bukanlah seorang follower. Waktu yang berjalan telah membimbingku menuju jalanku sendiri. Di balik cover kaset yang sempat kami rekam 6 bulan lalu itu tertulis:
  • Aku enggak mau jadi Kurt Cobain
  • Aku enggak mau jadi Eddie Vedder
  • Aku enggak mau jadi Kirk Hammet
  • Aku enggak mau jadi Slash
  • Aku enggak mau jadi Brian May
  • Aku enggak mau jadi Eric Clapton
  • Aku enggak mau jadi Steve Vai
  • Aku enggak mau jadi Yngwie Malmsteen
  • Aku enggak mau jadi Paul Gilbert
  • Aku enggak mau jadi Harty Friedmann
  • Aku enggak mau jadi Ritchie Kotzen
  • Aku enggak mau jadi Nuno Bettencourt
  • Aku enggak mau jadi Joe Satriani
  • Aku enggak mau jadi Tom Morello
  • Aku enggak mau jadi Eric Johnson
  • Aku enggak mau jadi Dave Mustaine
  • Aku enggak mau jadi siapaun juga...
"Aku cuma ingin menjadi diriku sendiri, dengan segala kekurangan yang ada"

Surabaya, Mei 14 '07

Baca Selengkapnya... ...

Selasa, 04 Desember 2007

Mr.Big Invasion: Hottest Rock N Roll Band...Ever...

Mr. Big adalah grup musik rock asal Amerika Serikat yg dibentuk pada 1988. Awal mulanya waktu William Roland Sheehan (Billy) ninggalin David Lee Roth's first post-Van Halen band setelah ngeluarin 2 album. Nggak lama abis ninggalin David Lee, Billy gabung sama Racer X yg waktu itu baru beranggotakan Paul Gilbert, Pat Torpey,sama Eric Martin. Akhirnya waktu taun 1989 Racer X ganti nama menjadi Mr.Big.Dengan formasi baru mereka Mr.Big menandatangani kontrak dengan Atlantic Record, hasilnya album pertama Mr.Big nongol di jajaran musik Amrik.Tapi hasilnya ga seindah yg kita bayangkan, album pertama Mr.Big failed to crossover to a mainstream rock audience stateside, however.... Mr.Big sukses menggebrak hati para masyarakat Jepang.Taon 1991 Mr.Big sukses dengan album Into It dengan tembang: the number one smash "To Be With You" and "Just Take My Heart." menggebrak jajaran musik populer di Amrik. Setelah menggarap album Learn Into It (1991) & Hey Man (1996) Mr.Big gak bisa mempertahankan kejayaannya in their home land....parahnya lagi Paul Gilbert keluar dari Mr.Big akhir '90an..whoa...!!!setelah Paul out from Mr.Big Richie Kotzen bergabung buat nggantiin posisi Paul.Usut punya usut ternyata kecintaaan rakyat jepang atas Mr.Big sama sekali tidak berubah.!!!! akhirnya mereka mengadakan tur, and the result lahirlah live2 album dari Mr.Big. tapi sebelunya Mr.Big dengan personelnya yg baru ngeluarin album Get Over It and Actual Size, sebelum launching a "farewell tour" di Jepang. Anggota: Eric Martin (vocals) Pat Torpey (drums) Billy Sheehan (bass) Paul Gilbert (guitar 1988-1997) Richie Kotzen (guitar 1997-2002) Album: Mr.Big (1989) Learn Into It (1991) Bump Ahead (1993) Hey Man (1996) Get Over It (2000) Actual Size (2001) Live Album: Raw Like Sushi (1990) Mr. Big Live (Live in San Francisco) (1992) Raw Like Sushi II (1992) Japandemonium: Raw Like Sushi 3 (1994) Channel V at the Hard Rock Live (1996) Live at Budokan (1997) In Japan (2002) Kompilasi: Big Bigger Biggest: Greatest Hits (1996) Deep Cuts (2000) Greatest Hits (2004)

Baca Selengkapnya... ...

Heavier Than Heaven: Blak-blakan Kehidupan Kurt Cobain

Kurt Cobain lahir di Aberdeen, sebuah kota yang khas dengan industri penggergajian di negara bagian Washington, 20 Februari 1967. Sejak kecil ia sudah memperlihatkan berbagai bakat dan kecerdasan, baik di bidang olahraga maupun seni. Kurt masuk dan berperan besar dalam tim bisbol dan gulat di sekolah. Dia juga sangat menyukai pelajaran seni dan senang melukis.

Tapi kehidupan Kurt dalam keluarganya begitu suram, terutama sejak perceraian kedua orang tuanya, ketika ia berusia sembilan tahun. Peristiwa itu menjadi bencana emosional terbesar dalam hidupnya. Kurt jadi membenci kedua orang tuanya. Apalagi ketika ayahnya menikah lagi dan ibunya berpacaran dengan pemuda yang umurnya hanya tujuh tahun lebih tua darinya.

Peristiwa itu mengubah Kurt menjadi sosok pemurung, tertutup, dan berandal. Kurt kemudian mulai berkenalan dengan dunia obat-obatan hingga akhirnya putus sekolah.

Jalan menuju popularitas Kurt di jalur musik juga tidak mudah diraih. Di masa-masa awal sebelum sukses, Kurt bersama personel Nirvana lainnya kadang harus menempuh jarak ratusan hingga ribuan mil untuk melangsungkan konser promosi album pertamanya, Bleach. Penontonnya pun kadang cuma 20 atau belasan orang. Bayarannya hanya cukup untuk mengganti bensin.

Tapi semua perjuangan keras Kurt terbayar ketika album kedua Nirvana, Nevermind, hadir dengan hentakan dahsyat sehingga mengguncang peta musik internasional. Album yang dirilis September 1991 itu dengan cepat bertengger di puncak teratas tangga lagu Billboard, menggeser Dangerous-nya Michael Jackson. Seiring dengan itu pula, popularitas Kurt dan Nirvana mencuat luar biasa.

Pada titik inilah kemudian

pelan-pelan mulai terlihat sisi-sisi suram popularitas sebagaimana dialami Kurt. Sikap dan gaya hidup Kurt yang memang penuh kontradiksi dan kontroversi, keterlibatannya dengan dunia narkoba, menurut pengakuan Kurt juga dipicu oleh penyakit perut yang dideritanya sejak lama. Kisah kehidupan keluarganya dengan Courtney Love, semua menjadi bahan menarik untuk diangkat media.

Pemberitaan dari tabloid The Globe dan majalah Vanity Fair tidak lama setelah kelahiran anaknya, Frances, misalnya. Bagi Kurt dan istrinya tampak seperti penghakiman bahwa keduanya tak berhak mengasuh anaknya itu, dengan mengabaikan kenyataan bahwa Frances lahir dengan sehat. Karena itulah, pada tingkat tertentu, Kurt kadang mengalami semacam paranoid terhadap media, khawatir bila ternyata apa yang diberitakan tentangnya justru sesuatu yang tak ia sukai--entah itu karena berupa fitnah maupun semacamnya.

Rasa putus asa dalam mengatasi problem kecanduannya serta untuk memperbaiki kehidupan keluarganya, baik dalam relasinya dengan kedua orang tuanya maupun keluarganya sendiri, mengantarkan Kurt pada satu kondisi depresi yang luar biasa. Akhirnya, di awal April 1994, Kurt ditemukan bunuh diri di rumahnya dengan meledakkan kepalanya sambil mengonsumsi obat-obatan, setelah beberapa hari sebelumnya kabur dari rumah sakit di Los Angeles, tempat ia dirawat untuk mengatasi kecanduannya.

Meninggalnya Kurt akibat bunuh diri ini menambah daftar panjang para artis dan orang-orang ternama lainnya yang mengakhiri hidup dengan cara yang tragis itu. Sebelumnya tercatat nama Jim Morrison, Jimi Hendrix, dan Janis Joplin, para musisi yang secara kebetulan sama-sama meninggal di usia 27, seperti juga Kurt.

Charles R Cross menyajikan kisah hidup Kurt Cobain dalam buku ini dengan cukup detail dan komprehensif. Dengan dibagi ke dalam 24 bab, Cross mengimbuhkan catatan keterangan waktu dan tempat di tiap awal bab sehingga pembaca akan cukup mudah menelusuri alur hidup Kurt. Cross, yang menjadi editor di majalah musik The Rocket, cukup berhasil memperlihatkan berbagai segi manusiawi Kurt, seorang artis terkemuka yang gema pengaruhnya hingga kini masih terasa, terutama di kalangan muda.

Segi-segi manusiawi yang penuh lika-liku dari jejak kehidupan Kurt disampaikan dengan keahlian bertutur yang indah dan menawan; tentang perjuangan Kurt yang berkreasi dengan penuh kerja keras di dunia musik, bagaimana karya-karya musiknya itu lahir, Kurt kecil dan remaja yang merasa terabaikan dan terbuang di keluarganya, Kurt yang merasa dieksploitasi oleh media dan para penggemarnya, serta hubungan-hubungan kemanusiaan yang rumit antara Kurt dan orang di sekelilingnya. Cross cukup berhasil menuturkan semua itu dengan keterlibatan emosi yang mendalam, sehingga pembaca buku ini dapat berempati dan masuk ke relung suasana setiap peristiwa.

Kelebihan utama buku ini lebih terlihat karena Cross berhasil menghimpun dan mengolah segudang data yang cukup berharga tentang kehidupan Kurt itu sendiri.

Cross tidak sedang bergosip atau sekadar menyajikan isu-isu murahan tak berdasar tentang kehidupan Kurt. Empat ratus wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat dengan kehidupan pribadi dan karier Kurt di dunia musik dilakukan Cross selama sekitar empat tahun.

Belum lagi berbagai arsip dan dokumen penting berkaitan dengan Kurt yang ditelusuri Cross, seperti catatan medis dan kepolisian, serta catatan harian yang ditulis Kurt sendiri.

Taken from: http://www.media-indonesia.com

Baca Selengkapnya... ...

Rabu, 28 November 2007

Nuansa Nature Alternate-Sound (Psychedelic)



Dulu, psychedelic music identik banget dengan musik yang dihasilkan saat sang artis emang lagi bermusik dalam pengaruh drugs tertentu. Nama-nama besar seperti The Doors, The Beatles, dan Pink Floyd adalah satu dari sekian musisi yang mencipatakan musik psychedelic. Semata-mata karena artisnya bermusik saat sedang "psychedelic", maka nama yang sama juga disandangkan pada karya musik yang dihasilkan. Musik psychedelic, awalnya merupakan interpretasi musisi akan pengalaman saat mereka sedang "high".

______________________________________________________

Namun, makin ke sini makna musik yang psychedelic mulai bergeser, enggak semata-mata diartikan musik yang berasosiasi dengan pengalaman mengonsumsi drugs dan dekat dengan pengalaman yang mind-altering. Para musisi pionir yang telah menciptakan sound-sound khusus yang identik dan diasosiasikan dengan nuansa psychedelic, telah menciptakan subgenre baru, yaitu psychedelic music, dengan influence yang berbeda, yaitu psychedelic rock, metal, pop, dan influence genre yang lain.

Karena identik dengan musik-musik yang menghasilkan suara yang eksotis, selintas terdengar absurd, dan sejumlah kekhasan lainnya, maka musik-musik yang sejenis pun kini diberi label yang sama. Musik yang psycehdelic didefinisikan kepada musik yang membuat orang yang ngedengerinnya mengalami pengalaman yang sama dengan yang dialami orang-orang yang mengkonsumsi psychedelic drugs.

Pada perkembangannya, kata psycehdelic juga diaplikasikan dalam karya seni, kebanyakan karya-karya visual. Masih diasosiasikan dengan pengalaman yang dirasakan oleh pengonsumsi drugs, seni psychedelic juga menggambarkan gimana visualisasi pengalaman psychedelic dalam bentuk visual.

Seperti juga musiknya, seni psychedelic yang awalnya identik dengan pola pengkonsumsian drugs, sekarang mengalami pergeseran. Kekhasan seni psychedelic seperti penggunaan repetis warna-warna cerah, pengkombinasian objek-objek tanpa relevansi, tarikan-tarikan garis atau penggunaan objek-objek geometris secara berulang, menjadi semacam panduan untuk mengkategorikan sebuah karya yang patut diberi label psychedelic.

Taken from: http://www.pikiran-rakyat.com

Baca Selengkapnya... ...

Jumat, 14 September 2007

Instruksi

Kolom ini disediakan khusus bagi para tutor yang ingin memberikan tugas secara online. Cukup klik comments di bawah postingan ini. Pada kolom yang telah disediakan ketikkan tugas yang akan diberikan.
Terima Kasih

Baca Selengkapnya... ...

Jumat, 07 September 2007

Sekilas tentang Betrayer

Betrayer, nama yang diambil dari salah satu judul lagu milik grup trash metal luar, Kreator dibentuk tahun 1991. Awal terbentuk, musik Betrayer banyak dipengaruhi oleh band-band pengusung musik sejenis macam Kreator, Suffocation, Deicide, Napalm Death, Cannibal Corpse hingga Pantera. Bakat serta pengalaman musik band yang diperkuat oleh Ndaru (vokal, gitar), Doddy (bas) dan Akbar (dram) banyak ditempa di panggung-panggung musik underground di seputar Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali, sebelum mereka ditarik untuk mendukung album kompilasi Metalik Klinik 1 ('98), produksi Rotorcorp/Musica dan menyumbangkan lagu Pasukan Kuning. Belakangan, setelah band yang banyak mengusung tema ketidakadilan, kekerasan dan kemarahan dalam liriknya ini mengikat kontrak rekaman dengan Independen Record/Aquarius Musikindo dan menelurkan album Pasukan Berani Mati ('98) dan Hukuman Mati (2000), sempat terjadi perubahan personel. Ndaru hengkang dan digantikan Iik (gitar, vokal) dan Garry (gitar). Formasi ini pula yang kemudian mendukung album Betrayer (2002). Dengan adanya dedengkot metal di kancah musik Indonesia, maka dunia musik kita akan lebih bervariasi.

Dikutip dari: http://asia.thegauntlet.com dengan sedikit perubahan

Baca Selengkapnya... ...